Jangan Bertengkar Di Hadapan Anak

Jangan Bertengkar di Hadapan Anak

Perilaku buruk yang terjadi pada anak tidak serta merta karena lahiriah terjadi dari sifat mereka. Seorang anak akan dengan cepat belajar dari apa yang dilihat dan di dengar dengan mencontohnya sedemikian rupa. Kita sebagai orang tua harus lebih berhati-hati jika dekat dengan anak kita dalam berperilaku dan bertutur kata.

Jangan Bertengkar di Hadapan Anak

Setiap insan pasti pernah merasakan bertengkar dengan pasangannya. Karena problema rumah tangga seperti masalah ekonomi, emosi sesaat karena sesuatu hal atau adanya pihak ketiga dalam rumah tangganya. Kebanyakan para orang tua terlena akan hal tersebut, karena telah diliputi amarah mereka akan sangat lantang berargumen dan bertengkar di hadapan anak-anak mereka.

Hal tersebut sangat tidak pantas terjadi, karena dapat memicu perilaku buruk anak anda. Mereka secara tidak langsung akan mencontoh apa yang mereka lihat dan dengar. Apa lagi konflik tersebut terjadi sampai ke perceraian, ini sangat mengganggu mental dan psikologi anak. Apa saja sih perilaku buruk anak yang terjadi jika a sering melihat orang tuanya bertengkar!

  • Berbicara dengan Emosi
    Disaat ia berargumen dengan teman sebayanya akan terlihat sifat emosional tinggi dengan menaikkan nada bicara kepada lawan bicaranya.
  • Ringan Tangan
    Dengan mudahnya memukul saat ia bertengkar dengan temannya. Mungkin hal tersebut ia lihat saat orang tuanya bertengkar
  • Acuh terhadap nasihat
    Karena terlalu sering mendengar dan melihat ibunya bertengkar dan dimarah sang ayah, ia akan terlihat acuh terhadap nasihat sang ibu dan hanya mendengar kepada orang yang ia rasa sangat ditakuti.
  • Pendiam
    Sifat pasif dan sangat pendiam yang dialami anak bukan karena sebab. Ini mungkin akibat dari kepercayaan dirinya yang turun dan merasa malu akan terlalu seringnya ia merasakan orang tua yang selalu bertengkar.
  • Korban Bully
    Menurut penelitian, 25% anak korban perceraian menjadi sangat asing dan rentan terhadap bully atau menjadi bahan cemoohan teman-temannya di sekolah.

Anak akan selalu menjadi korban atas apa yang orang tuanya lakukan. Karena hal tersebut dapat mempengaruhi masa depannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *