Kisah Seorang Mahasiswi Yang Berprofesi Sebagai “Sugar Baby”

Kisah Seorang Mahasiswi Yang Berprofesi Sebagai “Sugar Baby”

 

 

Combropedes.net – Kondisi ekonomi yang sulit pada saat ini membuat orang yang sudah mempunyai pekerjaan saja susah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Di sertai dengan semakin naiknya biaya hidup orang zaman sekarang, akan semakin susah bertahan dengan kondisi ekonomi seperti itu apalagi bagi mahasiswa universitas yang masih berstatus sekolah.

Naiknya biaya hidup membuat para mahasiswa kesusahan mengelola kondisi keuangan mereka. Belum lagi ditambah dengan pengeluaran tambahan seperti membeli barang-barang tersier lainnya.

Oleh karena itu, muncullah istilah “Sugar Daddies”, istilah yang digunakan untuk para lelaki dewasa yang bisa menjadi sumber keuangan bagi para mahasiswi untuk membeli berbagai barang-barang mewah yang tidak dapat di beli dengan kondisi keuangan mereka.

Jadi, tidaklah mengherankan apabila banyak wanita-wanita muda yang tertarik dengan para “Sugar Daddies”. Sementara sebagai balasan, biasanya para wanita tersebut akan menjadi “Sugar Baby”. Seperti contoh dari salah satu seorang mahasiswi yang berasal dari Sydney.

Dia adalah seorang mahasiswi berusia 19 tahun yang bernama Gemma. Gemma sendiri membagikan pengalamannya sebagai “Sugar Baby”. Pada awalnya karena Gemma merasa penasaran maka dia mencoba bergabung dengan situs Seeking Arrangement pada tahun 2017.

 

 

Gemma bercerita bahwa ia sering diberi uang saku mingguan dan dibelikan berbagai hadiah hadiah mewah. Tidak tanggung tanggung jumlah uang jajan yang diberikan senilai USD1000 atau sekitar Rp14,8 juta, seperti yang kami lansir dari Dailymail, Sabtu (15/9/2018).

Dalam sebulan Gemma dan “Sugar Daddy” akan bertemu dan berkencan satu kali. Sekali-kali mereka akan berkomunikasi lewat via telepon. Tetapi Gemma mengaku diantara mereka tidak pernah berhubungan intim.

“Dia bukan tinggal di negara bagian sini, sehingga hubungan kami hanya sebatas komunikasi lewat telefon. Kami tidak pernah berhubungan intim atau seks. Hubungan kami bukan tidak seperti hubungan escort pada umumnya. Faktor finansial merupakan faktor yang tidak berpengaruh dalam hubungan ini,” kata Gemma.

Gemma menceritakan saat mereka keluar untuk berkencan, mereka hanya pergi ke kedai kopi sambil menikmati makan siang, kemudian mereka pergi untuk berbelanja.

Saat berbelanja, “Sugar Daddy” akan membelanjakan semua barang-barang mahal yang pada umumnya diinginkan oleh para wanita, seperti sepatu dan tas-tas mahal yang harganya selangit.

 

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan