Masa Kelam Dendi Na’Vi Membuatnya Makin Terkenal

Masa Kelam Dendi Na’Vi Membuatnya Makin Terkenal

Masa Kelam Dendi Na’Vi Membuatnya Makin Terkenal, bukan main memang sejarah atau masa lalu dapat membuat seseorang semakin sukses.

Playstyle DoTa 2 paling inovatif, begitulah kamu akan mengingat siapakah sosoknya, pastinya akan terbayangkan anggota team Na’Vi yaitu Dendi.

Danil Dendi NAVI Ishutin DoTa2

Walau pun kini pola permainan dan prestasi team DoTa 2 Na’Vi sedang menurun, rupanya masih banyak saja yang tidak mengetahui siapa itu Dandi atau Danil Ishutin dalam kehidupan nyata.

Apakah kamu mau tahu lebih banyak tentang sang mid-laner legendaris ini mulai dari kehidupannya yang sulit hingga kematian ayahnya ?

Pastikan kamu tetap setia membaca hingga akhir, daripada penasaran, ya kan ?  Biar tidur pun tenang, melakukan aktivitas juga tidak penasaran, silahkan simak dibawah ini.

Walaupun tidak dijelaskan secara keseluruhan, para penggemarnya dapat mengetahui sedikit tentang masa kecil Danil dalam film Free to Play yang telah dirilis oleh Valve pada tahun 2014.

Dalam film tersebut, Valve menceritakan tentang perjalanan tiga orang pemain Dota profesional yang berasal dari negara berbeda, perjuangan mereka sebagai seorang gamer profesional hingga sepak terjang mereka dalam acara The International pada tahun 2011.

Salah satu hal yang menarik dalam film tersebut adalah bagaimana Irina Ishutin, ibu dari Danil atau yang dikenal sebagai Dendi, lebih dapat menerima pilihan karir anaknya dibandingkan dengan kisah kedua tokoh utama lainnya dalam film tersebut, yakni Clinton “Fear” Loomis dan Benedict “hyhy” Lim.

Danil mungkin tidak terlahir dalam keluarga yang kaya raya, namun, Irina mengatakan bahwa semenjak kecil wajahnya selalu dihiasi oleh senyuman.

Kondisi Ukraina memang tidak selalu baik dalam segi ekonomi maupun situasi mereka dengan Rusia, tapi semua hal tersebut tidak terlalu mengganggu pikiran Danil – setidaknya itulah yang kita lihat.

Dalam rangka untuk mempromosikan film Free to Play, Valve mengadakan sebuah sesi Q&A dengan Dendi dan Fear.

Saat muncul pertanyaan mengenai bagaimana respon dirinya tentang perang yang sedang terjadi di Ukraina, Danil menjawab pertanyaan tersebut dengan sebuah lelucon; walaupun untuk sesaat rasa sedih terlihat dari ekspresi di wajahnya.

Sejak kecil kehidupan yang ia jalani memang tidak mudah. Ditengah kesulitan yang ia dan keluarga kecilnya alami, Danil dan keluarga termasuk dapat dibilang cukup beruntung karena keluarganya sudah memiliki komputer.

Komputer tersebut didapatkan sebagai hadiah dari neneknya. Danil selalu menghabiskan waktunya di depan komputer, keluarganya sampai harus menyembunyikan kabel power komputer tersebut hanya untuk memaksa agar dirinya mau beristirahat.

Saat Artem Ishutin, kakak dari Danil, menikah dan pindah untuk tinggal bersama istrinya, dia harus membawa komputer tersebut untuk bekerja.

Saat itu Danil harus kehilangan sumber kebahagiaannya. Nemun demikian justru itulah titik awal dari karirnya sebagai seorang gamer profesional.

Tidak adanya komputer untuk menemani waktu sengganggnya membuat Danil harus pergi ke internet cafe demi bermain game.

Mulai dari Counter-Strike hingga Warcraft 3, keahlian Danil bermain berbagai game terus berkembang, bahkan dirinya sempat menjuarai beberapa turnamen lokal yang diadakan di sekitar Lviv.

Walaupun telah memainkan banyak game online, tidak ada satupun game yang berhasil memotivasi Danil untuk menjadi seorang gamer profesional.

Saat bermain Dota untuk pertama kali, seperti layaknya seorang pemain DoTA pemula, Danil memilih untuk bermain sebagai support sebelum mempelajari berbagai hero lainnya.

Dalam hitungan bulan, kemampuannya telah berkembang pesat hingga tiba saatnya Danil untuk harus membentuk timnya sendiri demi mengikuti turnamen IHCS1. Itulah awal mula ia memulai karirnya sebagai pemain profesional.

Jika dibandingkan dengan pemain profesional lainnya pada waktu itu, Danil masih terlihat seperti anak kecil.

Walau demikian, ternyata kemampuannya dalam bermain telah membuat dirinya cukup disegani oleh banyak orang.

Setelah berhasil memimpin timnya hingga berbagai turnamen besar di Kiev, nama Dendi mulai terkenal diantara pemain Eropa lainnya.

Kepopuleran ini bahkan membuat dirinya direkrut oleh tim Wolker.Gaming saat dirinya masih berusia 17 tahun.

Sepanjang tahun 2006 sampai 2010, Danil telah merasakan bagaimana kerasnya persaingan antar pemain dalam tim DoTA.

Setelah menjadi anggota dari beberapa tim yang berbeda, Danil sempat menjadi anggota dari tim nasional Ukraina dalam turnamen MYM Prime Nation sebelum akhirnya bergabung dengan Na’Vi (Natus Vincere) akhir tahun 2010.

Satu hal yang menarik dari perjalanan karirnya pada waktu itu adalah statusnya yang masih sebagai mahasiswa aktif.

Ditengah kesibukannya bermain DotA bersama anggota Na’Vi yang lain, Danil masih tetap menemukan waktu untuk meneruskan studinya di bidang komputer sebagai “rencana cadangan” apabila karirnya sebagai seorang professional gamer tidak membuahkan hasil.

Pada tahun 2011, Danil berhasil menyelesaikan studinya dari Ukrainian Academy of Printing dengan gelar IT.

Di tahun yang sama, Danil juga tetap meneruskan karirnya sebagai seorang gamer bersama dengan Na’Vi dan berlaga di The International I saat itu tidak satupun dari mereka Dendi, Puppey, Artstyle, XBOCT dan LighTofHeaven menyangka bahwa mereka akan menjadi juara dari turnamen Dota terbesar di dunia.

Pada waktu itu, Na’Vi berisikan pemain terbaik dari seluruh wilayah Eropa. Strategi yang mereka pakai sangat agresif dan terbukti effektif membantai lawan-lawannya.

Namun, sayangnya hal ini tidak berlaku bagi EHome. Sebagai tim asal Cina yang dikenal karena strategi bertahan yang sangat kuat, EHome adalah satu-satunya tim yang bisa menghentikan Na’Vi.

Untungnya pada pertandingan final tersebut Danil berhasil mengumpulkan kembali semangatnya dan memaksa EHome pulang sebagai juara kedua.

Kemenangan mereka dalam turnamen The International pada tahun 2011 adalah sebuah momen bersejarah, dan semenjak saat itu nama Dendi dan Na’Vi telah dikenal di seluruh dunia sebagai tim profesional seharga jutaan dolar.

Hingga saat ini nama Dendi telah dikenal sebagai sosok yang selalu ceria, namun, ternyata ada kesedihan yang sangat mendalam dibalik senyumannya, dan semua itu berawal dari kepergian ayahnya yang meninggal sebelum Danil mencapai kesuksesannya seperti sekarang.

Salah satu hal yang tidak diketahui oleh banyak orang adalah Danil kehilangan ayahnya pada umur yang sangat muda karena penyakit kanker.

Dalam film Free to Play, Irina menceritakan tentang keseharian Danil yang selalu menghabiskan hari liburnya dengan memancing bersama ayahnya.

Menurut Irina, suaminya adalah seorang pemancing yang sangat handal, dan Danil adalah murid yang terbaiknya.

Katya Tsovkh, kakak dari Danil bahkan menambahkan bahwa dia seringkali melihat dua orang tersebut duduk di atas perahu selama berjam-jam tanpa berbicara sepatah katapun; mereka berdua dapat mengerti satu sama lain ditengah kesunyian tersebut, dan waktu yang dia habiskan bersama ayahnya adalah salah satu kenangan paling indah bagi Danil.

Suatu hari, seperti biasa Danil pergi ke danau tempat dia dan ayahnya biasa memancing, namun, setelah berjam-jam ayahnya tetap tidak kunjung datang.

Saat Danil memutuskan untuk pulang, dia baru mendengar kabar bahwa ayahnya jatuh sakit, saat itu Danil beserta keluarganya harus segera membawa ayahnya ke rumah sakit.

Selama berminggu-minggu, ayahnya harus tinggal di rumah sakit untuk memantau kondisi kesehatannya, hingga akhirnya sebuah berita buruk datang menghampiri Danil dan keluarganya: ayah mereka terkena penyakit kanker.

Berita tersebut jelas membuat mereka semua sangat terpukul, terutama Danil yang sangat dekat dengan ayahnya.

Kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan untuk melakukan perawatan lebih lanjut, memaksa Danil dan keluarga untuk merelakan kepergian ayahnya, bahkan salah satu adegan Free to Play mengatakan kalau penyesalan terbesar Danil adalah tidak sempat mengatakan seberapa besar rasa cintanya terhadap ayahnya.

Kematian Ayah sekaligus sahabat dan guru baginya sudah jelas membuat Danil sangat terpukul, namun, hal tersebut justru membuat dirinya semakin fokus dalam bermain game.

Bagi Dendi, bermain Game adalah satu-satunya cara untuk melupakan kesedihan yang dia rasakan, dan mungkin hingga saat ini dia masih terus melakukan hal tersebut.

Sepanjang turnamen The International 2011, Danil dikenal sebagai pemain yang sangat agresif, dan hal ini terus berlangsung hingga pertandingan final melawan EHome.

Setelah kekalahan pertama mereka, Danil mengatakan seberapa pentingnya untuk terus bangkit setiap kali kita terjatuh dan bagaimana dirinya masih mempelajari hal tersebut.

Mungkin inlah saat dimana dia menyadari bahwa ketidaksabarannya adalah kelemahan bagi Na’Vi. Memahami kelemahannya ia mulai merubah strategi.

Semangatnya kembali muncul saat mengingat seberapa besar harapan yang diberikan keluarga dan para pendukung Na’Vi.

Inilah saat dimana Danil membuat sejarah sebagai pemain Enigma tersabar sepanjang sejarah The International.

Kematian dari ayahnya tidak lantas menghentikan dirinya untuk bermain game, justru hal tersebut menjadi sebuah dorongan bagi Danil untuk menjadi pemain yang lebih baik.

The International 2011 adalah acara yang membuka mata Danil sebagai seorang pemain Dota 2 hingga mendapatkan kesuksesan seperti sekarang.

Pada saat ini, nama Dendi telah dikenal sebagai seorang legenda baik oleh pemain Dota 2 lama maupun baru, dan sebagai salah satu pemain yang berhasil menorehkan namanya dalam sejarah panjang Dota, memang sudah seharusnya dia mendapatkan status Legend.

Belakangan ini mungkin kepopuleran Na’Vi dan Dendi mulai menurun, namun, kharisma dan keahliannya sebagai seorang juara tetap terlihat dalam permainannya.

Walaupun dibalik senyumannya Dendi mungkin masih menyimpan rasa sakit yang mendalam, dia telah menjadi inspirasi bagi para pemain generasi sekarang untuk meneruskan perjuangannya.

Berbagai nama baru seperti MidOne dan Miracle- hingga SumaiL yang berpotensi untuk menjadi pemain legendaris selanjutnya mulai banyak bermunculan.

Walaupun kemampuan mereka setara dengan (atau bahkan melebihi) Dendi, kepribadiannya yang sangat unik telah membuat dirinya tidak dapat tergantikan oleh siapapun.

Pertengahan tahun ini acara The International 2017 akan kembali diadakan dengan prize pool yang pasti jauh lebih besar dari sebelumnya.

Semoga Dendi dan Na’Vi kembali memperlihatkan kemampuan mereka sebagai seorang juara. Sehingga akan terus kita melihat permainan sang legendaris, Danil Dendi Ishunti.

Akan tetapi, sebelum acara tersebut dimulai tidak ada salahnya kita mengingat dan menghargai seberapa besar peran Dendi sebagai salah satu pemain yang telah membentuk sejarah Dota 2.

Sebagai penutup, inilah quote dari Dendi yang mungkin paling menunjukan seberapa besar rasa cintanya terhadap Dota 2.

“It can be called ‘gamer’ but for me, it’s something different.
One way to forget about pain is to do something that you will be in completely.
So… Computer games… For me it was everything” – Danil Ishutin.

Apakah menurutmu ada pemain lain yang akan meneruskan jejak Dendi sebagai seorang legenda ?

Kami yakin akan lanjut regenerasi pemain handal lainnya dalam dunia DoTa, akan tetapi Dendi NaVi merupakan salah satu yang terbaik.

 

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,
Situs Togel Online Terpercaya

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan