Mitos Melukis Ratu Nyi Roro Kidul Akan Tragis !

Mitos Melukis Ratu Nyi Roro Kidul Akan Tragis !

Dongeng Melukis Ratu Nyi Roro Kidul Bernasib Tragis, begitulah Kisah Misteri yang beredar dan telah merekat erat dalam benak yang mempercayainya.

Beberapa Karya Lukisan Nyi Roro Kidul

Telah beredar luas tentang Cerita – Cerita Misteri bila ada pelukis yang mengabadikan sang ratu menjadi tema lukisannya, dikatakan bahwa tak lama kemudian akan bernasib tragis bahkan bisa berujung kematian.

Yang pertama akan dibahas oleh team Combro Pedes melalui kategori Pojok Misteri yaitu tentang Lukisan bergambar Ratu Kidul yang pernah dikeramatkan oleh penghuni sebuah lokalisasi pekerja seks komersial.

Apakah kabar – kabar yang beredar tersebut diawali oleh sang wanita pekerja seks komersial tersebut untuk pelaris atau supaya orang segan ?

Untuk Faktanya yaitu Lukisan tersebut karya Wara Anindyah sewaktu di Sekolah Menengah Seni Rupa Indonesia Yogyakarta, diketahui lukisannya raib begitu saja waktu keluarganya di Magelang pindah rumah, akan tetapi si pelukis tak ambil pusing.

Mungkin dalam benakmu akan tersirat, Apakah wanita tersebut menjadi salah seorang dalam Kisah Misteri Kematian Para Pelukis Nyi Roro Kidul ?

“Cerita tentang lukisan saya yang sampai di lokalisasi itu cuma menurut kabar dari teman – teman. Benar – tidaknya, saya tidak mengeceknya,” tutur Wara (41).

Wara Anindyah, setelah berlalu lebih dari 20 tahun kemudian. akhirnya dirinya melukis lagi Ratu Kidul.

Gaya melukisnya berbeda dari sebelumnya, yaitu dengan tema yang dipilihnya, ”My Name is Ratu Kidul”.

Oleh Wara melalui lukisannya, bahwa sosok Ratu Kidul digambarkan seperti ibu – ibu berpipi tembam dan bergincu, berpayung, serta tampak repot dengan tas belanja.

Kesannya, Ratu Kidul itu lucu. Akan tetapi, tetap menarik untuk dipandang. Sehingga masih banyak penikmat lukisan yang menyukainya.

”Ah, ini sekadar reka-rekaan saja, kayak di film – film Indonesia jenis film mistik dan horor itu, lho. Ratu Kidul menyamar jadi manusia. Jalan-jalan ke mal, belanja macem-macem. Lalu pulang lagi ke kerajaannya di kedalaman Laut Selatan,” ungkap Wara tentang karyanya yang dipajang dalam pameran seni rupa ”Ratu Kidul dan Dunia Mitos Kita” di Balai Soedjatmoko, Solo, 24 – 30 April 2010.

Ide Wara untuk konsep lukisannya terasa orisinal. Dirinya melawan stereotip yang dipengaruhi budaya patriarki sejak Panembahan Senopati membangun Kerajaan Mataram (1587), yaitu gambaran tentang Ratu Kidul yang punya kecantikan sempurna.

Kisah Misteri dari mitos yang hidup di masyarakat Jawa itu umumnya dipersepsikan negatif walau faktanya tidak begitu.

Lalu apakah tiada sama sekali bahwa Pelukis Ratu Nyi Roro Kidul Akan Tragis Nasibnya ? Mari kita simak dibawah ini yang didapatkan Cerita Misteri dari Forum Kaskus.

Entah memang sudah jalan hidup sang pelukis, atau memang nyata tentang siapa pun yang melukis sosok sang Nyi Roro Kidul akan bernasib tragis.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya dan memang bahwa persepsi selama ini telah beredar luas tentang banyak kisah lukisan Ratu Kidul, sebanyak bumbu yang menyertai, entah datang dari senimannya atau makelarnya.

Entah demi popularitas atau untuk mendongkrak harga. Bukan tidak mungkin karena, sebagai sumber inspirasi, Ratu Kidul berasal dari dunia gaib.

Mitosnya, sosok itu bisa membuat tulah bagi yang bersikap sembarangan. Nasib pelukisnya sering dikisahkan tragis.

Semisal, lukisan Ratu Kidul oleh Basuki Abdullah yang dikeramatkan di sebuah kamar di Hotel Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

Beberapa kali ia memang melukis dengan subyek yang sama. Terakhir, sebelum maestro pelukis naturalis itu terbunuh di rumahnya di Jakarta, ia dikabarkan datang ke Pantai Parangtritis, Yogyakarta.

Pelukis asal Solo, Didik Suardi, juga pernah melukis Ratu Kidul. Namun, sepekan setelah lukisan itu selesai, Didik meninggal dunia (2001). Suhardjo (1941-1998), juga pelukis Solo, bernasib sama.

Dalam keadaan sakit-sakitan ia menyelesaikan lukisan Ratu Kidul, tetapi tak selang lama ia pun menutup mata.

Untungnya, perupa sekarang tak punya sindrom atau takut ”kualat” terhadap sosok yang disakralkan itu.

Walau demikian, Nyi Roro Kidul atau Ratu Kidul tetap memberi inspirasi untuk divisualkan dalam bentuk lukisan.

Ada yang melakukan pendekatan rasional, ada yang termotivasi lewat dunia mistik, ada pula yang menghayatinya sebagai bagian dari spiritualisme.

Di tengah kontroversi tentang fenomena Ratu Kidul, pameran seni rupa ”Ratu Kidul dan Dunia Mitos Kita” terasa istimewa.

Pameran yang diikuti 18 perupa dari Solo dan Yogyakarta itu memperlihatkan sejumlah visi dan tafsir seniman mandiri; dan bisa jadi ekspresi dari bawah sadar mereka.

Karya-karya itu memperluas cakrawala tentang dunia mitos (Ratu Kidul), dengan konsekuensi di luar batasan estetika lumrah.

Lucia Hartini (51), pelukis surealis yang lebih dari lima tahun vakum tidak melukis, misalnya, merasa ”terpanggil” dan antusias untuk ikut.

Sebabnya, dalam beberapa tahun terakhir ia mengaku intim dengan fenomena itu. Konon, ada beberapa peristiwa ”ajaib” yang menyertai proses karyanya.

Hasilnya, Ratu Kidul adalah sosok perempuan muda tengah melayang berbalut busana tipis warna hijau, dalam pusaran rambut panjang dan latar gelombang laut biru serta susunan karang yang tercipta dari arsiran lembut dan rinci—gaya khas Hartini.

Sensual nan horor, begitulah kesan tema yang diangkat dan telah menjadi sebuah karya lukisan dari Lucia Hartini.

Walau sebenarnya hal tersebut berbeda tema dengan Almarhum Suhardjo, Herri Sudjarwanto, Sumantri, Totok Buchori, Ki Gedhe Solo, juga sebuah lukisan anonim koleksi Wilono Edy Kusumo, semua dalam gaya naturalis yang cenderung memperkuat imaji orang tentang Ratu Kidul selama ini.

Herri menyuguhkan perempuan cantik bermahkota; terkesan horor karena ada penyu muncul dari kakinya, diapit dua ekor ular besar bermata merah.

Kengerian berbeda ditampilkan Agus Merapi yang melukiskan kepala Ratu Kidul menyatu dengan perbukitan karang yang keropos.

Rambutnya bergelung kembang melati, bibirnya merah darah. Uniknya, sang ratu berkalungkan telepon seluler. ”Itu simbolik, saking banyak orang sekarang yang mau kontak dengan Ratu Kidul dengan pamrih masing-masing,” papar Agus.

”Nyi Ratu Kidul” di mata Sumantri adalah sosok perempuan cantik, sensual, berambut panjang dengan dada membusung.

“Pancaran matanya binal dan tubuhnya menyiratkan berahi yang tak terhindari,” kata Sumantri.

Visi serupa terlihat pada karya Ki Gedhe Solo, ”Transendental”. Anehnya, pria yang berprofesi sebagai penyembuh alternatif ini memilih Aria Giovanni, seorang bintang ****o asal AS, sebagai model karena dianggap mewakili imaji tentang Ratu Kidul.

”Saya memilihnya setelah menyaksikan ribuan file wanita cantik,” ucap Ki Gedhe Solo.

Sebaliknya, Totok Buchori mencitrakan Ratu Kidul sebagai wajah perempuan keraton yang teduh, muncul dari balik jendela.

Sementara pada ”Aku Datang” karya VA Sudiro (71), yang melukiskan sepasang pria-wanita berbusana Jawa menghadap pantai di bawah langit lembayung, kita menangkap impresi surealisme Kejawen.

Mitos Ratu Kidul ternyata bisa ditafsirkan secara bebas. Dyah Yulianti mengidentikkan Ratu Kidul sebagai Ibu dan sumber kehidupan.

”The Realm of Spirit” terasa mengejutkan; gaya melukis yang ekspresionistik dengan menampilkan sosok-sosok perempuan di tengah gebyuran cat biru dan putih.

Tafsir bebas serupa kita dapatkan pada Teddy D, ”Menyapa Bintang Selatan”: seorang anak menjumput sebuah bintang di tengah tebaran ”bulan-bulan” di langit.

Adapun karya instalasi Ivan Sagito, ”Irasionalitas Kolektif”; jajaran 11 gelung rambut dari bahan perunggu, menunjukkan mitos di masyarakat adalah hasil pikiran irasional bersama.

Adapun Nasirun menawarkan kepada kita ”wajah” Ratu Kidul lewat 13 panil kecil dengan memanfaatkan bingkai kayu jati yang keropos.

Sebuah karya eksperimental yang terasa subtil tentang subyek yang kontroversial itu. Kesan tua yang sangat kuat terlihat dari bingkai yang keropos tersebut.

Lukisan ”Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun” adalah tafsir Djoko Pekik (73) bahwa sikap menghamba secara berlebihan kawula alit terhadap raja selama ini sengaja dibangun melalui mitos perkawinan raja Jawa dan Ratu Kidul.

Itu tak lain tipu muslihat untuk mengukuhkan wibawa dan kekuasaan raja. Lucunya, dalam lukisan agak karikatural ini, yang jadi raja adalah Pekik sendiri.

Persepsi menurut mitologi Jawa, Ratu Kidul atau Nyi Roro Kidul ialah ciptaan dari Dewa Kaping telu yang isi alam kehidupan juga sebagai Dewi Padi (Dewi Sri) dan dewi alam yang lain.

Sementara Rara Kidul ialah Putri dari Raja Sunda yang telah disuri dikarenakan ulah dari ibu tirinya dan menjelma jadi sosok penguasa sesudah menceburkan diri ke laut selatan.

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,
Situs Togel Online Terpercaya

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan