Pasutri Kanibal di Rusia Mencari Mangsa Lewat Situs Perjodohan

Pasutri Kanibal di Rusia Mencari Mangsa Lewat Situs Perjodohan

Combro Pedes–  Penyelidikan terhadap kasus sepasang suami istri yang diduga menjadi pembunuh berantai sekaligus kanibal di Krasnodar, Rusia, terus berlanjut. Diduga mereka mencari mangsa lewat situs perjodohan di dunia maya .

Pasutri Kanibal Di Rusia

Dilansir dari laman Independent, Kamis (28/9), kedua tersangka, Dmitry Baksheev dan Natalia Baksheeva, diduga telah membunuh dan menyantap tubuh sejumlah korban pembunuhan berantai dilakukan selama 18 tahun terakhir ini. Dikhawatirkan salah satu mangsa mereka adalah seorang pilot di akademi militer, karena keduanya bekerja di tempat itu.

“Tersangka perempuan mengatakan setidaknya ada 30 orang mereka bunuh dan kemudian disantap bersama suaminya. Seorang psikolog dari Nizhny Novgorod didatangkan buat membantu penyelidikan pada kasus ini,” menurut kata sumber di Kepolisian Krasnodar, Rusia.

Komite Penyelidik Krasnodar mengatakan aparat yang menemukan potongan tubuh manusia diawetkan di rumah pasutri itu. Di kulkas mereka juga tersimpan potongan daging yang diduga kuat daging manusia.

Sebuah foto diambil pada 1999 memperlihatkan keduanya berpose dengan potongan kepala manusia diletakkan di atas piring, disajikan bersama buah-buahan.

Kasus itu terungkap secara tidak sengaja. Semua berawal dari penemuan sebuah ponsel tergeletak di jalanan di wilayah sebelah selatan Kota Krasnodar pada awal September. Si penemu merupakan pekerja bangunan membawa ponsel itu ke kantor polisi. Polisi lantas membuka-buka isinya dan menemukan sejumlah gambar mengejutkan. Ada foto seorang lelaki berpose dengan potongan tangan manusia dan beberapa gambar serupa.

Kepolisian Krasnodar lantas mencari lelaki ada di dalam foto itu, dan berhasil menangkapnya. Sang istri juga ikut dibawa. Setelah diperiksa, mulanya lelaki berusia 35 tahun itu beralasan itu memang ponselnya yang hilang. Namun, dia berdalih tidak membunuh siapapun dan cuma kebetulan menemukan potongan tangan itu, dan langsung berswafoto. Hanya saja polisi tidak langsung percaya dan mencari potongan tubuh itu, dan menemukan potongan tangan diyakini milik korban berkelamin perempuan di dalam sebuah toples.

“Kata si pemilik ponsel itu, tangan itu yang dia pakai buat swafoto,” kata sumber di Kepolisian Krasnodar, seperti dilansir dari laman RIA Novosti.

Polisi kemudian bergerak dan menemukan sisa tubuh korban berkelamin perempuan dalam sebuah tas, tidak jauh dari rumah lelaki itu. Setelah terus ditanyai, lelaki itu akhirnya mengaku kalau dia sudah membunuh. Namun, dia cuma mengatakan menghabisi dua orang. Satu adalah perempuan itu dan seseorang lagi lima tahun lalu. Polisi tetap curiga dan hingga saat ini baru mengenali tujuh korban. Diduga, pasutri itu sudah beraksi sejak 1999.

Sayangnya, pengusutan kasus itu masih sangat tertutup. Aparat penegak hukum pun bungkam ketika diminta konfirmasi lebih lanjut tentang perkara itu. Sedangkan pelaku dan sang istri kini mendekam di penjara. ( Jry )

Tags: , , , , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan