Perselingkuhan Bos Bakmi Dengan Karyawan Berujung Kematian

Combro Pedes – Jalinan asmara terlarang bos bakmi Vera Yusita Sumarna (45) dengan karyawannya yang bernama Joni alias JS (36) berujung kematian. Vera yang merupakan bos bakmi tersebut  dibunuh JS usai keduanya bercinta. Motif pelaku diduga kesal karena diejek korban.

Perselingkuhan Bos Bakmi

Combro Pedes –“Di dalam perselingkuhan ada ketersinggungan yang membuat pelaku sangat kesal terhadap korban,” kata Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Harry Kurniawan, Selasa kemarin.

Vera dibunuh di Hari Sabtu (16/9). Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban bersama pelaku sempat makan bersama keluarga dan sepupu korban. Usai makan, keduanya menuju kontrakan pelaku di daerah Cipondoh, RT 04 RW 08 Kelurahan Cipondoh, Kota Tangerang.

“Setelah tutup toko, korban dan pelaku pergi bersama dengan sepeda motor masing-masing. Mereka pergi ke rumah sepupu korban dan sempat makan bareng,” cerita Harry.

Di dalam rumah kontrakan, korban mandi kemudian bercinta dengan pelaku. Selang beberapa saat, pelaku meminta kepada korban untuk kembali berhubungan badan, namun ditolak oleh sang korban .

“Pelaku mendapat penolakan dan mendapat cacian dari korban, sampai keduanya cekcok mulut. Sampai pelaku emosi dan mendorong pelaku yang dibalas dengan pukulan dan cacian yang terus disampaikan korban,” kata sang pelaku.

Pelaku bertambah kesal. Dia lantas pergi ke dapur untuk mengambil pisau dan menusuk tepat di  leher sang korban, korban kehabisan darah dan meninggal.

Korban terjatuh. Tak puas, pelaku kembali menikam leher sebelah kiri korban dengan pisau. Lalu pelaku membekap mulutnya, hingga korban lemas dan meninggal dunia.

“Setelah menghabisi nyawa korban, pelaku langsung mandi membersihkan tubuhnya yang berlumuran darah. Sekitar pukul 22.00 WIB, pelaku pergi meninggalkan mayat korban di kamar kos,” tutupnya.

Setelah melakukan pengejaran, polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku yang saat ini bersembunyi di Bogor Jawa Barat.

“Laporan anggota yang diduga pelaku sudah tertangkap gabungan tim dengan tim Jatanras Polda, di daerah Bogor,” ucap Harry.

Joni ditangkap di salah satu pesantren di Bogor. Di sana dia juga sempat mengakui perbuatannya kepada seorang kiai.

Pelaku mengaku membunuh korban lantaran tak terima korban sering membandingkan dengan mantan-mantan korban.

Ardi, tetangga kontrakan pelaku menuturkan bahwa Joni baru menempati rumah tersebut sekira empat bulan yang lalu.

Menurutnya, Joni bukanlah pria yang supel, dia juga tak banyak bergaul dengan tetangga di sekitar kontrakan. “Dia terlihat keluar hanya untuk bekerja, selebihnya kalau di luar rumah hanya main HP saja,” kata dia.

Sepengetahuan Ardi, sehari sebelum penemuan jasad bos Bakmi itu, dirinya melihat ada dua orang tamu datang ke kontrakan tersebut.

“Yang datang ya wanita yang tewas itu, Tapi ada juga pria lain yang belakangan datang, masuk rumah itu. Mungkin temannya si Joni,” ucap dia.

Ardi mengaku melihat korban tak hanya sekali datang ke rumah kontrakan Joni. “Saya tahu sih perempuan itu beberapa kali terlihat bersama-sama,” cetus Ardi.

 

Notes ( walaupun lidah tidak tajam tapi dapat menyebabkan kematian ) Jry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *