Profile Dan Perjalanan Karir VALENTINO ROSSI

Pastinya semua para penggemar balap motor di dunia, terutama fans MotoGP, tahu dan mengakui akan kehebatan sang legenda hidup asal Italia tersebut. Membicarakan Rossi juga tak akan ada habisnya dan perjalanan karirnya pun sangat panjang dengan berbagai prestasi yang telah ditorehkannya. Berikut sekilas profil dan perjalanan karir Valentino Rossi:

Biodata Valentino Rossi 2017

Nama lengkap: Valentino Rossi
Tempat & tanggal lahir: Urbino, Italia 16 Februari 1979
Tinggi Badan: 182 cm
Warga negara : Italia
Orang tua: Graziano Rossi (ayah), Stefania Rossi (ibu)
Saudara: Luca Marini (saudara laki-laki), Clara (saudara perempuan)
Team : Yamaha Movistar

Lahir Untuk Jadi Pembalap Dunia

Valentino Rossi sudah ditakdirkan menjadi seorang pembalap hebat. Ia lahir di Urbino, Italia, pada 16 Februari 1979 dan besar dilingkungan yang sangat mendukung perjalanan karirnya. Ayah V.Rossi adalah mantan pembalap besar era ‘70-an yang bernama Graziano Rossi, dan tidak aneh jika darah sebagai seorang pembalap berbakat mengalir deras di tubuh V. Rossi.

Ibunya bernama Stefania Palma, Dan ia mempunyai adik tiri bernama Luca Marini. Sejak kecil Rossi memang sudah sangat menyukai dunia balapan. Ketika masa anak-anak seusia dia asyik dengan mainannya, ia malah bermain dengan motor balap sungguhan di tengah paddock pembalap ternama Luca Cadalora .

Pada saat usia enam tahun atau tepat di tahun 1985 ia pernah mengikuti perlombaan gocart di kota kelahirannya. Empat tahun kemudian, V. Rossi mengawali hobbynya di balap karting 60cc. Setahun berikutnya, V. Rossi telah menjadi juara karting regional 60cc dengan memenangi sembilan seri balapan.

Rossi sempat menjuarai ajang Minibike Endurance Italia pada tahun 1992. Ia kemudian menjalani debut di ajang Italian 125cc Sport Production Championship dengan motor Cagiva di tahun 1993 dan finis di peringkat ke 12 di akhir musim.

V. Rossi baru berhasil memenangi ajang Italian 125cc Sport Production Championship pada tahun 1994. Setahun kemudian ia menjadi juara nasional Italia 125cc, menempati peringkat ketiga di Kejuaraan Eropa 125cc, dan finis kesebelas di Kejuaraan Spanish Open 125cc dengan mengendarai motor Aprilia di semua ajang tersebut.

Kejuaraan Dunia GP 125cc

V. Rossi memulai balapan di ajang Grand Prix pada 1996 di kelas 125cc bersama team Scuderia AGV dengan motor Aprilia. Helm produksi Italia itulah yang berjasa membawa Rossi ke pentas balapan kelas dunia, dan mungkin sebab itu ia sangat fanatik dan setia dengan AGV hingga saat ini.

V. Rossi melewati 15 balapan di musim pertamanya dengan cukup baik dengan berhasil dua kali naik podium setelah memenangi satu seri (GP Ceko) dan sekali finis ketiga. Ia menempati peringkat kesembilan di klasemen akhir.

Satu hal unik dan beda dengan pembalap lainnya pada musim debutnya di GP125cc itu, Rossi menulliskan di belakang WEARPACKNYA nya dengan nama Rossifumi yang merupakan gabungan dari namanya dan nama salah satu rider idolanya kala itu, Norifumi Abe (rider Jepang di kelas GP500, yang biasa dikenal dengan nama Norick Abe).

Setahun kemudian, Bersama Nastro Azzurro (sponsor baru dari sebuah perusahaan beer Italia) dan AGV (sponsor pribadi), Rossi tampil dominan dan mengesankan pada musim keduanya di 125cc. Ia berhasil menjadi juara dunia setelah meraih 11 kemenangan, termasuk memenangi balapan di Indonesia.

Selain itu, Rossi jadi pelopor pembalap dengan selebrasi unik. Dia pernah membawa boneka replika Claudia Schiffer, dan juga pernah bergaya ala Superman & Robin Hood. Saat memastikan gelar juara ditangannya.

Kejuaraan Dunia GP 250cc

Pada tahun 1998, V. Rossi melangkah ke kelas 250cc masih dengan pabrikan Aprilia dan sponsor Nastro Azzurro-nya. Meski berstatus rookie, V. Rossi diunggulkan menjadi salah satu kandidat juara dunia. Namun sayangnya, ia hanya menempati runner up dengan lima kemenangan setelah dikalahkan rival dan rekan senegaranya saat itu, Loris Capirossi.

Setahun berikutnya, V. Rossi tampil mengesankan untuk meraih gelar juara dunia keduanya setelah menjuarai kelas 250cc dengan torehan 12 kali naik podium, termasuk 9 kali podium puncak, dari 16 balapan.

Selain itu, pada musim kedua sekaligus terakhirnya di kelas 250cc itu, Rossi mendapat julukan baru yakni Valentinik. Nama julukan itu adalah gabungan antara nama depannya dengan nama tokoh komik idolanya. Selebrasi paling unik dia saat itu adalah tepuk kaki dan masuk toilet di pinggir sirkuit Jerez, yang kemudian selebrasi ini diulangnya lagi saat tampil di musim kedelapan di kelas utama.

Kelas Utama 500cc/MotoGP

Pada tahun 2000, Rossi naik ke kelas 500cc dan terpaksa meninggalkan Aprilia karena motor 500cc milik pabrikan Italia itu kurang kompetitif. Ia berpindah ke Honda NSR dan mengakhiri musim perdananya sebagai runner up di belakang Kenny Robert dengan raihan dua kemenangan.

Berkat bakat luar biasa yang dimilikinya, Rossi akhirnya meraih gelar juara dunia ketiganya dan gelar juara pertamanya di kelas utama setelah menjuarai GP500cc di musim keduanya pada tahun 2001 dengan 11 kemenangan dari total 13 podium.

Di musim pertama era MotoGP pada tahun 2002, Rossi sukses merengkuh gelar juara dunia bersama motor RC211V milik tim Repsol Honda dengan 11 kemenangan dari total 15 kali naik podium. Setahun kemudian, ia kembali menjadi juara dunia dengan tim dan motor yang sama setelah mengemas 16 podium, termasuk 9 kemenangan.

Pada tahun 2004, Rossi memutuskan pindah ke Yamaha untuk mengendarai YZR-M1. Dalam dua tahun pertamanya, ia sukses mempersembahkan gelar juara dunia bagi timnya, Gauloises Fortuna Yamaha, dengan total 20 kemenangan balapan.

Pada tahun 2006, Di bawah bendera Camel Yamaha, Rossi gagal mempertahankan gelar juara setelah hanya menjadi runner up. Kemudian pada musim pertama bersama Fiat Yamaha, ia hanya finis ketiga di klasemen akhir.

Pada musim 2008, Rossi mampu meraih gelar juara dunia lagi dengan mengumpulkan 373 poin di klasemen akhir dari total 16 podium termasuk 9 kemenangan. Jumlah poin tersebut merupakan poin terbanyak yang diraih Rossi di kelas tertinggi sepanjang karirnya.

Setahun kemudian, Rossi kembali sukses menjadi juara dunia setelah meraih enam kemenangan dari total 14 kali finis podium. Itu merupakan gelar juara dunia ketujuh di kelas utama dan kesembilan sepanjang karir Rossi di Grand Prix.

Pada musim 2010, Rossi gagal mempertahankan gelar juara dunia setelah dikalahkan rival sekaligus rekan setimnya Jorge Lorenzo. Dia hanya menempati posisi ketiga di klasemen akhir dan kemudian memutuskan hengkang dari Yamaha pada akhir musim.

Rossi kemudian bergabung bersama Ducati dengan harapan besar untuk menjadi juara dunia dengan tiga tim pabrikan berbeda. Namun sayangnya, ia malah menjalani musim terburuk selama karirnya tanpa meraih satu pun kemenangan balapan.

Pada musim debutnya bersama Ducati, Rossi yang menggeber Desmosedici GP11 hanya mampu finis ketujuh di klasemen akhir dengan sekali naik podium. Setahun kemudian dengan motor barunya, ia pun tak mampu menang di balapan dan hanya dua kali naik podium serta menempati peringkat keenam di akhir musim.

Rossi kemudian memutuskan untuk kembali ke Yamaha pada tahun 2013 dengan harapan meraih gelar kesepuluhnya. Namun sayangnya, mengingat faktor usia, motor selalu bermasalah, dan para rivalnya yang masih muda dan tangguh, ia gagal bersaing dengan tiga pembalap terkuat Spanyol saat ini, Marc Marquez, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa.

Rossi hanya meraih satu kemenangan balapan di Assen dan finis keempat di musim comebacknya bersama Yamaha Factory Racing. Pada tahun 2014, ia masih akan membalap mengendarai YZR-M1 dan tetap berpasangan dengan Lorenzo.

Walaupun usianya tak muda lagi dan para pesaing semakin tangguh, Namun Rossi tetap optimis bisa kompetitif lagi di MotoGP 2017, Selama Balap di kelas utama (500cc/MotoGP) Rossi punya beberapa musuh bebuyutan, seperti Max Biaggi, Sete Gibernau, Casey Stoner, hingga Lorenzo dan Pedrosa serta rival tangguh lainnya saat ini.

Berikut ini adalah 3 Julukan Valentino Rossi

  1. Rossifumi

Julukan Rossifumi ini diberikan oleh temannya sendiri saat ia masih membalap di kelas 125cc karena kekaguman Valentino Rossi kepada pembalap Jepang Norifumi Abe (Norick Abe) yang di kenal dengan ciri khas rambut panjangnya.

Kegigihan Norick Abe yang kala itu masih berumur 17 tahun bertarung dengan Michael Doohan dan Kevin Scwantz di kelas 500cc membuat Rossi begitu mengagumi pembalap dari negeri Sakura ini. Pada 2004 ia sempat sama-sama membela Yamaha dengan Norick Abe namun tidak pada tim yang sama.

2.Valentinik

Tokoh kartun Daffy Duck yang merupakan superhero di Italia diberi nama yaitu Paperinik. Julukan Valentinik yang dipakai oleh pembalap dengan nomor punggung 46 pada saat ia masih membalap di kelas 250cc ini merupakan gabungan dari Valenti + nik menjadi Valentinik.

3.The Doctor

Seiring pengalaman dan bertambahnya usia serta kematangan dalam karir balap, julukan “The Doctor” yang ia gunakan hingga sekarang selain merasa telah pantas menyandang julukan tersebut karena telah mengukir prestasi sebagai juara dunia, Rossi juga mengatakan “Pada balapan di kelas 500cc tidak lagi butuh superhero, yang lebih di perlukan adalah ketenangan, tetap kalem, serta pemikir seperti dokter”.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *