Sebanyak 5.000 Istri Prajurit TNI Membatik Massal Dengan Canting

Sebanyak 5.000 Istri Prajurit TNI Membatik Massal Dengan Canting

 

Combropedes.net – Setidaknya ada 5.000 istri prajurit TNI membatik massal dengan cara mencanting untuk melestarikan batik nusantara sekaligus merayakan Hari Batik Nasional.

Kegiatan itu mendapat apresiasi dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Pemecahan rekor MURI membatik dengan canting ini melibatkan 5.000 anggota Dharma Pertiwi beserta unsur-unsurnya dan masyarakat umum.

Di wilayah Kodam IV/Diponegoro mengerahkan 1.500 orang yang terbagi di lima wilayah yakni Semarang, Pekalongan, Yogyakarta, Salatiga dan Surakarta.

Untuk wilayah Semarang diikuti oleh 300 orang yang dalam pelaksanaanya digelar di lapangan Makodam IV/Diponegoro. Selain memperingati Hari Batik Nasional, kegiatan ini juga diselenggarakan untuk memperingati HUT ke-73 TNI dan HUT ke-68 Kodam IV/Diponegoro.

“Kegiatan ini merupakan upaya menggugah dan membangkitkan semangat seluruh komponen masyarakat Indonesia untuk mencintai dan melestarikan budaya asli Indonesia,” jelas Ketua Dharma Pertiwi Daerah D, Iir Wuryanto, di sela-sela kegiatan, Selasa (2/10/2018).

Menurutnya, kegiatan ini untuk memperkenalkan batik jawa ke seluruh nusantara agar lebih dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Membatik massal dengan canting ini merupakan salah satu bentuk emansipasi wanita yang dilaksanakan oleh Dharma Pertiwi dalam mengajak wanita Indonesia untuk berkreasi dan mencintai budaya negeri serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

 

“Sudah sepatutnya kita lestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda agar senantiasa menjadi jati diri bangsa,” ungkapnya.

Dia menambahkan, batik merupakan salah satu identitas bangsa dan sebuah kerajinan yang telah menjadi bagian dari budaya Indonesia terutama di Jawa.

Selain itu, batik adalah warisan budaya nusantara dengan nilai dan perpaduan seni tinggi, sarat filosofi dan simbol penuh makna yang memperlihatkan cara berpikir masyarakat pembuatnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, Irdam, para Asisten, Kabalak, Ketua dan Wakil Ketua Dharma Pertiwi Daerah D beserta segenap pengurus.

Sekadar diketahui, 2 Oktober merupakan Hari Batik Nasional Indonesia. Hal ini sesuai dengan ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009 oleh UNESCO.

Pemilihan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO yaitu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan. Lembaga itu secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia.

Tags: , , , , , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan