Seorang Mama Muda Diperkosa Oleh Seorang Brigadir Di Pekanbaru

Seorang Mama Muda Diperkosa Oleh Seorang Brigadir Di Pekanbaru

 

 

Combropedes.net – Seorang anggota Polsek Bagan Sibembah, Brigadir BFS telah melakukan pemerkosaan terhadap seorang mama muda berusia 20 tahun. Brigadir BFS pada saat dibawa ke Polres Rokan Hilir (Rohil) diketahui telah melarikan diri.

Brigadir BSF ditahan di tempat dia bertugas atas kasus melakukan pemerkosaan terhadap seorang mama muda yang diketahui sudah mempunyai anak dengan usia sebulan akhir pekan kemarin.

Tetapi pada hari ini dikabarkan bahwa Brigadir BFS telah melarikan diri pada saat proses pemindahakn dari Polsek ke Polres. Dengan alasan ingin mengambil baju pada saat meminta izin untuk berhenti sejenak di rumahnya, dia mencoba untuk melarikan diri dan segera kabur.

Akan tetapi berita tersebut dibantah mentah mentah oleh Kapolres Rohil, AKBP Sigit Wuryanto bila dikabarkan Brigadir BFS telah kabur melarikan diri.

“Sama sekali tidak benar (kabar melarikan diri). Pihak yang bersangkutan ada di Polres,” bantah Sigit Wuryanto.

BFS dilaporkan melakukan pemerkosaan secara kasar terhadap mama muda. Dengan marah-marah, dia menodong senjata apinya ke korban.

“Pelaku memaksa korban untuk melayaninya layaknya seperti hubungan suami istri. Waktu itu pelaku mengeluarkan senjata apinya ke korban,” jelas Sunarto.

Narto menceritakan, begitu sapaan akrabnya Kabid Humas Polda Riau ini, supaya korban percaya bahwa pelaku merupakan anggota kepolisian pelaku sengaja mengeluarkan pistolnya.

 

 

Korban merupakan seorang pegawai toko yang bekerja di sebuah cafe di Kec Bagan Sinembah. Selain itu, korban juga ada seorang mama muda yang berusia 20 tahun yang sudah memiliki satu anak dengan usia baru sebulan.

“Pelaku memaksa supaya toko tersebut ditutup sambil marah-marah. Setelah toko ditutup, korban kemudian pulang naik becak motor,” tambah Narto.

Seperti yang dikabarkan, Brigadir BFS telah melakukan pemerkosaan terhadap seorang mama muda yang bekerja sebagai pegawai cafe. Pada saat itu pelaku memaksa pemilik cafe menutup usahanya. Setelah toko ditutup, korban sebagai pegawai yang bekerja di cafe pun mau pulang ke rumah naik becak motor bersama anaknya.

Kemudian Pelaku memaksanya agar korban mau diantarnya pulang dengan sepeda motornya. Pada akhirnya korban terpaksa menurut karena korban merasa takut terhadap pelaku yang marah-marah.

Sesampainya di rumah korban dipaksa untuk melayani nafsu bejat pelaku layaknya hubungan suami-istri. Setelah puas menyetubuhi si korban, pelaku langsung meninggalkan korban dengan alasan melakukan razia.

 

 

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan