Seorang Pecandu Narkoba Menggunakan Bisa Ular Kobra Untuk Ciptakan Efek Halusinasi

Seorang Pecandu Narkoba Menggunakan Bisa Ular Kobra Untuk Ciptakan Efek Halusinasi

 

 

Combropedes.net – The Indian Journal of Pyschological Medicine baru-baru ini melaporkan sebuah kasus luar biasa yang dialami seorang pria.

Bayangkan saja, ia membiarkan bibirnya digigit ular kobra berbisa karena obat-obatan yang selama ini ia gunakan tidak lagi memberikan efek samping.

Seperti diketahui, racun kobra termasuk salah satu neurotoksin paling kuat yang ada di muka bumi ini. Jika digambarkan, satu gigitannya saja dapat membunuh 20 orang dewasa atau bahkan seekor gajah.

Fakta tersebut menimbulkan tanda tanya besar terkait kasus yang dialami oleh seorang pecandu asal Rajasthan, India.

Kepada peneliti, ia mengatakan bahwa telah menggunakan gigitan ular di lidah sejak berbulan-bulan lalu. Alasannya pun sangat tidak masuk akal, lantaran efek obat-obatan (narkotika) yang selama ini ia gunakan sudah tidak lagi dirasakannya.

Teknik ‘meracuni’ diri sendiri ini ia dapatkan dari seorang teman yang telah melakukan hal serupa selama bertahun-tahun. Temannya menegaskan bahwa praktik tersebut sudah sangat umum dilakukan di lingkungan sekitarnya.

Pria berusia 33 tahun yang tidak ingin disebutkan namanya itu, dilaporkan memiliki sejarah penggunaan narkoba selama 15 tahun terakhir. Dia mulai merokok pada usia 18 tahun, dan pada usia 24 dia sudah kecanduan.

Memasuki usia 25 tahun dia mulai menggunakan opioid dalam bentuk opium mentah dan serbuk poppy. Ia telah menyalahgunakan zat itu selama bertahun-tahun.

Namun beberapa bulan sebelum mempresentasikan dirinya kepada Institute of Medical Education and Research, pria itu mulai bereksperimen menggunakan racun ular, sebagai alternatif opioid yang lebih kuat.

Cara ini dianggap lebih praktis dan murah dibandingkan dengan mengonsumsi minuman alkohol dan obat-obatan lainnya.

 

 

Efeknya? Jangan ditanya lagi. Menurut pengakuan pria tersebut, pertama-tama ia akan dipandu oleh pawang ular setempat agar ular benar-benar menggigit ujung lidahnya dengan tepat.

Ia mengaku tidak tahu persis spesies ular yang digunakan oleh pawang, tetapi dilihat dari deskripsinya, kemungkinan besar termasuk dalam jenis kobra.

Efek yang ditimbulkan mencakup, tubuh gemetar, penglihatan yang tampak kabur dan tidak responsif, lalu tidak sadarkan diri selama sekitar satu jam.

Namun setelah terbangun dari ‘tidur’ singkatnya itu, ia mengaku mengalami peningkatan gairah, sensasi ‘melayang’, dan efek samping lainnya selama kurang lebih 3-4 minggu.

Para peneliti cukup terkejut ketika mengetahui bahwa selama periode itulah ia tidak memiliki keinginan mengonsumsi opioid dan alkohol. Efek samping itu biasanya mulai mereda 3 minggu setelah gigitan ular.

Kelanjutannya tentu sudah dapat ditebak, para ‘pecandu’ kembali merasa gelisah, lesu, hingga sakau obat-obatan. Jika sudah demikian, mereka akan kembali pencari pawang ular.

Demikian dilansir Combropedes.net dari Oddity Central, Kamis (27/9/2018).

 

 

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan