Syarat Untuk Menjadi Pembalap Ke 24 di MotoGP 2017

Syarat Untuk Menjadi Pembalap Ke 24 di MotoGP 2017

Kesempatan untuk menjadi pembalap ke-24 di ajang MotoGP 2017 sudah dibuka. Tak seperti biasanya, di musim depan ajang balapan MotoGP akan diikuti oleh 24 pebalap. Akan tetapi sejauh ini masih hanya terbuka satu slot kosong yang harus diperebutkan oleh para tim yang berminat. Pendaftaran pembalap tambahan di ajang MotoGP 2017 ini dibuka sampai 29 April 2016 mendatang.

MotoGP 2016 saat ini diikuti oleh 11 tim dengan jumlah 21 pembalap. Seperti Yamaha MoviStar, Ducati dan juga Repsol Honda yang mengikut sertakan dua pembalap. Namum LCR Honda yang hanya mengirimkan satu pembalap, yaitu Cal Crutchlow. Akan tetapi, jumlah tersebut tidak akan bertahan di musim depan.

Sudah dipastikan, jika KTM bakal ikut serta dalam ajang MotoGP 2017. Seperti tim yang lain, KTM juga mendapatkan hak untuk mendaftarkan 2 pembalap. Dengan hal tersebut, jumlah pembalap yang merebutkan juara dunia MotoGP musim depan adalah 23 orang.

Hal tersebut masih belum cukup bagi FIM, International Road Racing Teams’ Assciation (IRTA), dan Dorna. Mereka masih mengincar satu slot tambahan lagi guna memenuhi jumlah ideal 24 pembalap.
Untuk itu, dengan mengisi slot tersebut, kini FIM, IRTA, dan Dorna tengah membentuk komite pemilihan serta membuka lowongan pendaftaran satu pembalap terakhir di MotoGP 2017.

Baik itu tim baru atau juga tim lama yang ingin mendaftarkan satu pembalap tersebut, yang harus mendaftar paling lambat tanggal 29 April 2016 mendatang. Yang selanjutnya juga akan diselesksi lagi siapa pembalap yang akan masuk dalam daftar pembalap MotoGP 2017 yang ke-24 mendatang.

Seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, “Tim yang telah dianggap sebagai calon potensial, bakal diberikan rincian lebih lanjut. yang selanjutnya mereka akan diminta untuk menyerahkan rincian lengkap mengenai proyek masing-masing. Keputusan akhir (tentang pembalap terpilih) akan menjadi tanggung jawab panitia seleksi yang terdiri delegasi dari FIM, Dorna dan IRTA.”

Akan tetapi tidaklah mudah untuk menjadi seorang pembalap motoGP, Berikut 10 rangkuman sulitnya menjadi pembalap MotoGP.

1. Kecepatan rata-rata rider MotoGP selama balapan adalah 100 mil per jam atau sekira 161 km/jam
Smith pernah mencatatkan 215 mil per jamnya (346 km/jam) sebagai kecepatan terbaiknya. Bahkan saat dalam kondisi belok dan memutar di arena sirkuit, kecepatan rata-rata para pembalap tetap mencapai 110 mil per jam (177 km/jam).
“Motor balap MotoGP punya tenaga 250 tenaga kuda, yang bisa dikatakan lebih cepat dari sebuah mobil, tapi Anda hanya punya dua roda dan balapan lebih intens. Kecepatan mencapai 0-60 mil per jam dalam waktu 2,6 detik,” ucap Smith.

2. Bobot motor dua kali lebih berat ketimbang pria dewasa
“Berat motor sekira 160 kilogram, jadi obyek itu memiliki fisik yang sangat berat untuk dibawa ke luar trek,” ujar pria Inggris berusia 24 tahun itu.
Smith mengaku rutin ke gym guna menjaga kebugaran tubuhnya serta meningkatkan kekuatan lengan dan bahunya agar seimbang dalam mengendarai motor.
“Berkendara benar-benar pekerjaan keras yang sangat serius,” imbuh Smith.

3. Para rider kehilangan dua liter cairan tubuh selama balapan
Cara ampuh dan efektif untuk seseorang yang ingin diet tanpa harus mengeluarkan banyak uang ialah dengan balapan MotoGP selama satu jam. Para rider MotoGP ternyata berkeringat dua kali lipat ketimbang berjalan di bawah terik matahari.
“Sangatlah sulit ketika Anda balapan dalam keadaan 36 derajat celcius panas di Malaysia atau kelembapan 70 persen di Jepang menambah panas pada tubuh. Keringat kami keluar selama balapan dan bisa keluar sebanyak dua liter dalam 45 menit,” jelas Smith.

4. Kulit kanguru sangat membantu
Kulit jok merupakan salah satu faktor penentu kenyamanan rider kala berkendara, itu juga yang coba ditegaskan Smith.
“Kulit saya (jok motor) dibuat dari kulit kanguru karena itu merupakan kulit paling fleksibel yang bisa Anda dapatkan. Kulit harus terasa seperi kulit kedua, jadi Anda bisa berpindah di motor dengan sangat mudah,” papar Smith.
“Hanya ada sekitar tiga-lima milimeter tingkat ketebalan, tapi kulit ini benar-benar kuat,” lanjutnya.

5. Pakaian yang lebih banyak ketimbang Batman
Anda tahu Batman? Karakter DC Comics yang mengenakan banyak pelindung di pakaiannya. Rider MotoGP pun tak kalah dengan Batman karena mereka mengenakan pakaian pelindung yang lebih tebal ketimbang Sang Manusia Kelelawar untuk melindungi tubuh apabila kecelakaan terjadi.
“Ada proteksi yang bagus di bagian bahu, sikut, lengan tangan, sarung tangan, buku jari dan pelindung di sekitar tangan. Kami juga punya pelindung dada, punggung, pinggul dan lutut,” tutur Smith.

6. Motor seperti komputer besar
Teknologi juga mendominasi di MotoGP. Analisis tiap harinya dilakukan pada motor para rider MotoGP.
“Kami punya 500 data pada motor dan pada umumnya kami memiliki komputer besar yang memonitor segala hal yang bisa berlangsung,” ucap Smith.
“Saya bisa mengecek catatan waktu saya di tiap sektor yang berbeda, jadi saya bisa mengetahui jika saya kurang atau lebih pada catatan waktu saya. Ada juga pergantian gigi lebih ringan dan cepat, jadi Anda tahu kapan mengganti gigi dengan kekuatan maksimal,” lanjutnya.

7. Motor tanpa mesin juga penting
Jangan hanya mengendarai motor bermesin, para rider MotoGP juga wajib menjaga level kebugarannya saat tidak melakukan perlombaan. Banyak rider yang suka mengendarai sepeda, seperti halnya Smith.
“Saya banyak bersepeda untuk tetap fit. Bersepeda adalah olahgara yang tidak banyak berisiko dan membantu kebugaran kami. MotoGP sudah sulit untuk tubuh. Berlari hanya menambah efek (buruk) kepada tubuh,” imbuh Smith.
“Saya suka menjaga seluruh latihan saya dengan cara yang berbeda-beda sebisa mungkin untuk menghilangkan kejenuhan. Latihan alam seperti sepeda off road membantu saya tetap bersenang-senang,” sambungnya.

8. Rider melancong ke berbagai negeri dalam setengah tahun
Kalender MotoGP 2015 meliputi balapan di Qatar, Amerika Serikat, Argentina, Spanyol, Prancis, Belanda, Italia, Jerman, Republik Ceko, Jepang, Australia, Malaysia dan Britania Raya.
“Musim MotoGP bertahan selama sembilan bulan dalam setahun (dari Maret sampai November), jadi tak banyak waktu santai. Kami ke luar negeri selama 180 hari setiap tahunnya jadi kami cukup sibuk,” ucap Smith.
“Sulit untuk mengimbangi balapan di Phillip Island, Australia, yang dekat dengan laut,” sambungnya.

9. Pasta dan nasi sumber bahan bakar terbaik
Pasta atau nasi merupakan “bahan bakar” terbaik bagi para rider MotoGP.
“Sulit memutuskan memilih apa yang harus dimakan sebelum balapan karena konsumsi makanan yang salah bisa menyebabkan stres pada tubuh atau kram perut, terutama ketika Anda tertahan di posisi balapan selama 45 menit,” ucap Smith.
“Opsi yang terbaik untuk saya adalah pasta atau nasi dengan ayam atau tuna. Saya biasa makan tiga jam sebelum balapan,” lanjutnya.

10. Bintang MotoGP butuh ingatan yang pendek
Maksud ingatan yang pendek, adalah para rider harus secepatnya melupakan insiden saat mereka terjatuh agar bisa bangkit di balapan berikutnya.
“Saya pikir saya salah satu pembalap yang paling sering terjatuh tahun lalu. Kami harus memiliki ingatan yang pendek karena jika kecelakaan bermain di pikiran Anda, dan Anda ragu-ragu, tidak mungkin Anda balapan di level yang top,” jelas Smith.
“Bahkan jika ada 100 momen yang dapat memisahkan para riders, Anda harus memiliki pikiran yang jelas jadi Anda bisa ke sana dan balapan,” sambungnya.

Tags: , , , , , , ,
Situs Togel Online Terpercaya

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan